Buruh Sepakati Pesangon Dibayar Bertahap

PPMIOnline, Kudus – Penyelesaian persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 1.125 buruh Perusahaan Rokok (PR) Gentong Gotri unit produksi Kudus, menunjukkan titik terang. Dimungkinkan, penyelesaian tanpa harus melalui proses gugatan pengadilan hubungan industrial (PHI).

Mereka sepakat tawaran pemilik perusahaan yang siap membayar pesangon, meski tidak diberikan secara utuh. Bahkan buruh harian borong dan batil(perapi rokok-red), diluar sekitar 26 buruh bulanan, tidak lagi mempermasalahkan kesanggupan perusahaan yang akan membayarkan pesangon dengan cara mengangsur selama 24 bulan.

Seluruh buruh harian sudah menghitung untung rugi jika tawaran tidak diterima, mengingat PR gentong Gotri sedang mengalami kesulitan finansial. Kuasa Hukum Buruh PR Gentong Gotri, Daru Handoyo mengatakan, kesepakatan pembayaran pesangon dengan cara diangsur sudah melalui pertimbangan matang.

Sebab, jika harus menggugat lewat jalur pengadilan PHI, waktunya cukup panjang dan dikhawatirkan kalau pun menang hanya di atas kertas karena perusahaan tidak lagi memiliki aset.

ìBuruh menghargai itikad baik perusahaan yang siap memberikan pesangon, tetapi kalau sampai ingkar janji atau wanprestasi, akan kami kejar dan bila perlu berlanjut ke proses hukum,î tegasnya, Kamis (4/4).

Pihaknya berharap paling lambat pekan depan, sudah ada kepastian uang pesangon dicairkan. Rencananya, Jumat (5/4) ini bersama Pengurus Unit Kerja (PUK) SPSI PR Gentong Gotri Kudus, akan menemui pemilik perusahaan yang diwakili kuasa hukum Daryanto SH, untuk menegaskan kembali kesanggupan pembayaran pesangon.

”Buruh menginginkan pesangon Maret dan April sudah dapat diambil bulan ini,” ujarnya, yang dibenarkan Ketua Pengurus Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Federasi Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (SP RTMM) SPSI PR Gentong Gotri Kudus, Agus Winarko.

Seperti diberitakan, pemilik PR Gentong siap memberikan pesangon Rp 10,5 miliar atau 25 persen dari tuntutan buruh sebesar Rp 42 miliar. Cara pembayarannya ditawar dengan tempo waktu dua tahun atau 24 bulan.

Perusahaan menyatakan tidak mampu kalau harus membayar secara kontan karena kondisinya sedang tidak sehat. Itu pun dengan catatan, buruh diminta tidak menuntut tunjangan hari raya (THR) selama proses pencairan berjalan. Pesangon akan diberikan kepada 1.125 buruh harian borong dan batil, termasuk kepada ahli waris buruh yang sudah meninggal.

Di perusahaan itu terdapat 1.151 orang, namun 26 orang merupakan karyawan bulanan yang mengajukan tuntutan sendiri di luar buruh harian. ”Kesanggupan membayar pesangon merupakan kemajuan luar biasa, di tengah kondisi perusahaan yang tengah mengalami masalah finansial,” katanya.

Persoalan PR Gentong Gotri mulai terurai setelah perusahaan berhasil menuntaskan pencairan dana tunjangan hari tua (JHT) sebesar Rp 265 juta, akhir Desember 2018. Pencairan dilakukan dua tahap, pertama Rp 135 juta dan tahap kedua Rp 130 juta.

168 tanggapan untuk “Buruh Sepakati Pesangon Dibayar Bertahap

  1. Write more, thats all I have to say. Literally, it seems as though you
    relied on the video to make your point. You clearly know what youre talking about, why throw away your intelligence on just posting videos
    to your weblog when you could be giving us something
    informative to read?

  2. I like the helpful information you provide in your articles.
    I’ll bookmark your weblog and check again here regularly.
    I’m quite certain I’ll learn plenty of new stuff right here!
    Best of luck for the next!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas